Postingan

Pergilah Kasih

Aku percaya pada Allah. Aku yakin sejauh apapun kita terpisah sekarang, jika memang kebersamaan adalah milik kita, tak akan ada keraguan untuk melangkah. Pergilah kasih, kejarlah keinginanmu. Selagi masih ada waktu. Jangan hiraukan diriku. Aku rela berpisah. Demi untuk dirimu. Semoga tercapai, segala keinginanmu. Setiap kata di lagu itu yang meyakinkanku untuk mendukungmu merantau ke negeri seberang. Jujur, aku rindu saat jamaah subuh bersamamu. Pergi ke masjid, melawan dingin yang kala itu begitu menusuk. Disaat aku mulai menginjak aspal, dan cahaya masjid terlihat. Jika tak ku lihat ada tanda kehadiranmu, aku akan berbicara dalam hati, "ayo mas ke masjid, masa kalah sama dingin." dan tak lama kau pun datang seolah menjawab ucapan diamku. Hehe. Sesederhana itu bahagiaku. Dan kau terlihat kuat waktu itu, tapi sekarang aku merasakan getaran rapuh dari dirimu. Aku tidak tau yang sesungguhnya. Tapi saat aku melihatmu, mampu kurasakan sebuah kekosongan, kesedihan, k...

MAWAR DAN PRIA

Hai mawar.   Bagiku kamu bukan nama samaran. Kau adalah bunga dengan sejuta keindahan. Warnamu merah, kau nampak anggun sederhana dan elegan dengan semerbak wangimu. Kau masih selalu menjadi pujaan karena makna cinta yang kau punya. Kau selalu mampu meluluhkan hati perempuan dan membuatnya insomnia semalaman.   Hai mawar. Tetaplah menjadi kejutan. Aku tak tau siapa yang nanti akan memberiku bunga tercantik, mawar. Dulu aku tak suka dengan nawar, karena kau bagian dari kembang tujuh rupa. Tapi kini aku tau betapa indah dirimu jika kau mekar sempurna, terlebih dengan makna cinta yang kau punya.   Hai pria. Ketahuilah, aku suka mawar merah. Seikat bunga berwarna warni tak lebih indah dari sebatang mawar berikat pita merah muda.   Hai mawar. Aku ingin sepertimu, kecantikanmu terlindungi oleh duri tajam. Kau seperti seorang muslimah. Ia cantik, elegan, sederhana, cerdas dan anggun tapi terlindung oleh hijabnya. Ia terlindung oleh iman.   Hai pr...

Butuh piknik

Pernahkah anda merasa jenuh, bosan, dan merasa hampa. hal itu merupakan situasi dan konisi yang sangat tidak menyenangkan. liburan adalah solusi terbaik.

Di Pojok Rasa Tertekan Anxiety Disorders

saya tidak mengerti lagi, apa yang salah dengan diri saya. Sejak kecil saya merasa baik-baik saja dengan dirisaya, namun setelah saya kuliah, saya menyadari ada yang aneh dengan diriku yang membuat orang disekitarku merasa risi denganku. Saya sudah tidak tau lagi akan bercerita dengan siapa, karena bercerita kepada siapapun dan terlalu terbuka adalah hal yang mereka tidak sukai dariku. Dengan begitu, saya mencoba menutup diri dan jarang bercerita. Percobaan pertama merubah sifat extrofert menjadi introvert hasilnya gagal. Saya hanya mengalami depresi dan perasaan tertekan. Bahkan kadang saya merasa aneh dengan diri saya dan seolah merasa asing dengan lingkunganku. Mungkin karena saya belum dewasa dan mandiri, maka dari itu saya membutuhkan orang lain untuk bercerita tanpa memandang siapa orang lain itu. Saya tidak bisa sendiri, apakah itu hal yang salah? sepertinya itu wajar. Lalu kenapa mereka seolah tidak menerima saya ? Seolah mereka mengasingkan saya ? Seringkali pernyataan mereka ...

Lagu Terakhir Untukku

Abang. siang ini aku memutar lagu A Thousand Year versi biolanya Iskandar Widjaja. Syahdu sekali bang sekaligus menyakitkan karena seketika aku teringat saat lalu. Saat terakhir pertemuan kita, abang menyanyikan lagu itu secara lirih dan menyentuh hati, sehingga trauma yang tercipta pun sungguh hebat. Aku merasa depresi saat mendengar lagu itu setelah kita putus, bahkan baru intronya saja hatiku sudah serasa dicabik-cabik. Aku mengerti hal itu adalah kisah lalu bang. Kisah kita di tahun 2013. Saat ini kita telah sama sama bahagia merajut masa depan indah kita. Kita ? Mungkin tepatnya aku dan kamu masing masing. Satu tahun berlalu dengan penuh cara untuk melupakanmu bang, mungkin bukan melupakan, karena aku tak pernah ingin melupakanmu kamu begitu istimewa. Dua tahun aku menutup hati, dan kamu yang bisa membukanya bang. Kasusnya juga sama, karena aku trauma. Tapi abang berhasil membuatku jatuh cinta. Setelah beberapa bulan kamu singgah di hatiku, kamu pergi dan kamu menutupnya lagi. E...

Diary ku malam ini

Selasa, 25 Nov 2014 Haii cantik.. Tak ada yang begitu berarti hari ini tentang perkuliahanku.. Hanya saja ada satu masalah.. masalah yang harus dihadapi.. Motorku rusak, oh tidak,bagaimana aku kuliah besok ??? *ting !!!* naik bis saja terus pulang keesokan paginya nginep dulu di kos dea, sampai di rumah packing buat pergi ke P2M, terus berangkat lagi naik bis :) Ribet ngga sih, iya ribet banget.. Emmm... puter otak *wiuwiuiuww* DITA !!! Teringat satu nama itu, teman sekelas yang juga masih satu kabupaten.. dia juga lajo dengan sepeda motor beat merahnya... Rejeki memang tidak kemana, Dita mengiyakan permintaanku untuk nebeng dia esok hari.. Sudahlah aku ingin terlelap, siapa tau besok aku bangun sudah di kampus, atau malah sudah di Gunung Kidul buat P2M ?? Namanya juga mimpi, pasti aneh... ah dasar manusia :D Apalagi mahasiswa penuh tugas, harapan dan tantangan,.. Pasti kepalanya pengen ditinggal di rumah.. haha masalah klasik :p

Calvin

Surabaya... satu kota yang memberikan pelajaran sesungguhnya buatku... Bukan pelajaran tentang matematika atau eksak yang lainnya. Melainkan pelajaran tentang ini lho kerasnya hidup di luar sana. Satu kota yang sama sekali aku buta tentangnya. Baik tentang budaya, jalanan, adat, ciri khas, tempat wisata dan yang lainnya. Yang aku tau dari surabaya hanya patung buaya dan hiu, udah itu aja. Kampungan sekali ya. Tapi sebaliknya, aku lebih mengenal kota di ujung barat pulau jawa. Jakarta. Jika aku dilepas sendirian di Jakarta, mungkin aku bisa pulang. Tapi surabaya, aku buta tentang surabaya. Malam itu pukul 21.30 WIB, kereta berhenti di stasiun Surabaya Gubeng. Hanya satu yang aku tau, banyak copet di stasiun itu. Was was aku melangkah pelan menuju pintu keluar. Malam itu aku masih bersama Dea. Kisron, begitu nama sahabat Dea yang akan menjemput kami. "Calvin," begitu dia menyebut namanya, laki laki yang ada disamping Kisron. Tanpa basa basi, Kisron langsung mengajak kami pul...