Lagu Terakhir Untukku

Abang.
siang ini aku memutar lagu A Thousand Year versi biolanya Iskandar Widjaja. Syahdu sekali bang sekaligus menyakitkan karena seketika aku teringat saat lalu. Saat terakhir pertemuan kita, abang menyanyikan lagu itu secara lirih dan menyentuh hati, sehingga trauma yang tercipta pun sungguh hebat. Aku merasa depresi saat mendengar lagu itu setelah kita putus, bahkan baru intronya saja hatiku sudah serasa dicabik-cabik. Aku mengerti hal itu adalah kisah lalu bang. Kisah kita di tahun 2013. Saat ini kita telah sama sama bahagia merajut masa depan indah kita. Kita ? Mungkin tepatnya aku dan kamu masing masing.

Satu tahun berlalu dengan penuh cara untuk melupakanmu bang, mungkin bukan melupakan, karena aku tak pernah ingin melupakanmu kamu begitu istimewa. Dua tahun aku menutup hati, dan kamu yang bisa membukanya bang. Kasusnya juga sama, karena aku trauma. Tapi abang berhasil membuatku jatuh cinta. Setelah beberapa bulan kamu singgah di hatiku, kamu pergi dan kamu menutupnya lagi. Entah apa yang ada dipikiranku, seolah aku terlalu cinta kepadamu sehingga aku tak begitu tertarik melihat pria lain. Terlihat biasa saja.

Lama kelamaan aku berusaha melawan traumaku. Pelan-pelan aku beranikan diri untuk mendengar lagu itu. Dan berhasil. Aku berharap aku juga bisa menghilangkan rasa cinta ku sama abang. Dua bulan kita putus komunikasi. Sakit sih tapi bagus juga. Aku menerapkan cara cara yang ada di FTV, menyibukan diri. Walaaa.. gagal. Waktu itu aku masih ABG yang masih fresh graduate dari SMK sedagkan dia sudah mahasiswa semester 8. Sudah bisa dipastikan pengalaman, pengetahuan dan pemikiran kita berbeda terlalu jauh. Ah sudah sudah kok malah jadi ngelantur gini sih.

Lama kelamaan kami meredam ego kami masing-masing, kami berkomunikasi dengan baik. Yaa walaupun aku penuh harap dan dia penuh kecuekan. Sakit. Aku mulai merasa tertarik pada orang lain, tapi tak sama dengan yang aku rasakan pada abang. Darrr... si abang jadi perhatian. Melebihi perhatiannya saat pacaran duluu. Dia sering SMS lebih mesra daripada saat pacaran dulu. Tapi hal itu tidak berlangsung lama, hanya seminggu. Lucu, laki-laki memang lucu.
Pasangan yang sudah putus dan selang beberapa bulan cowoknya perhatian banget melebihi saat pacaran lalu si cewek sedang dalam langkah menuju move on, itulah hal yang lebih menyeramkan dari nenek gayung ataupun kakek cangkul bagi cewek. Huwaaahhh...

Aku dan abang berteman sampai sekarang. Putus dari abang juga menjadi motivasi aku untuk berjuang meraih bangku kuliah. Biar besok kalau abang wisuda aku bisa dengan bangga bilang ke mantan calon mertua ku, "kuliah di UNY om, tante. Masih semester satu." Dengan harapan saat aku semester satu abang sudah wisuda, nyatanya sampai aku semester dua abang belum wisuda. Menyakitkan. Dulu abang menyampaikan padaku, bulan Mei 2014 rencananya mau wisuda, tapi itu hanya mitos. Lalu dia mengatakan lagi bahwa dia mau wisuda november. Bahagia sih dia akan segera dideportasi dari Jogja dan kembali ke Maluku pada bulan November 2014. Tapi lagi lagi itu hanya mitos. Hingga aku sudah tidak ada antusias untuk tau kapan dia akan diwisuda. Semacam sudah tidak ada kepedulian dengan kuliahnya yang dulu sangat aku perhatikan. Ini sudah 2015, sudah saatnya aku fokus pada kuliahku sendiri. Hehehe

Saat aku menyepi dan menyendiri, memutar alunan biola bernadakan A Thousand Year dari Iskandar Widjaja kembali menyatakan kenangan yang sudah mulai buram. Seolah mendobrak kerinduan yang selama ini aku pendam. Sudah setahun lebih aku dan abang tidak saling bertatap muka. Seseorang yang sangat aku cintai begitu dalam dulunya. Seburuk-buruknya abang, abanglah yang pernah membuatku sebegitu cinta dan abanglah yang membuatku belajar untuk lebih baik.

Memang abang adalah pacar terakhirku, karena aku tidak ingin pacaran lagi. Hati aku terlalu lemah untuk disakiti oleh laki-laki. Aku hanya ingin menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terimakasih abang atas segala rasa, kenangan, pembelajaran dan perubahan. Abang, aku berharap sampai kapanpun kita akan tetap sama, berteman seperti ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Pojok Rasa Tertekan Anxiety Disorders

Calvin