Di Pojok Rasa Tertekan Anxiety Disorders

saya tidak mengerti lagi, apa yang salah dengan diri saya. Sejak kecil saya merasa baik-baik saja dengan dirisaya, namun setelah saya kuliah, saya menyadari ada yang aneh dengan diriku yang membuat orang disekitarku merasa risi denganku. Saya sudah tidak tau lagi akan bercerita dengan siapa, karena bercerita kepada siapapun dan terlalu terbuka adalah hal yang mereka tidak sukai dariku. Dengan begitu, saya mencoba menutup diri dan jarang bercerita. Percobaan pertama merubah sifat extrofert menjadi introvert hasilnya gagal. Saya hanya mengalami depresi dan perasaan tertekan. Bahkan kadang saya merasa aneh dengan diri saya dan seolah merasa asing dengan lingkunganku. Mungkin karena saya belum dewasa dan mandiri, maka dari itu saya membutuhkan orang lain untuk bercerita tanpa memandang siapa orang lain itu. Saya tidak bisa sendiri, apakah itu hal yang salah? sepertinya itu wajar. Lalu kenapa mereka seolah tidak menerima saya ? Seolah mereka mengasingkan saya ? Seringkali pernyataan mereka merendahkan saya dan cenderung menghina saya tanpa tau latar belakangnya terlebih dahulu.

Saya berusaha menjadi orang yang tertutup. Hal itu semata-mata agar saya diterima dengan baik diantara kalian, lingkungan baruku di kampus ini. Namun saya malah merasakan dampak yang sangat buruk, saya diduga mengalami anxiety disorders yang diakibatkan oleh perasaan tertekan yang berlebihan. Saya terkadang merasa takut, hawatir dan sedih yang berlebihan. Disini saya tidak sedang menyalahkan siapapun. Satu-satunya yang bersalaha adalah diri saya sendiri yang tidak bisa mengontrol emosi saya untuk bercerita apapun, kepada siapapun dan kapanpun. Iya saya yang salah.

Disini saya hanya memohon bantuan untuk membantu saya melewati masa-masa ini. Bebaskan saya dari perasaan tertekan ketika saya harus menahan diri agar tidak bercerita, yang bahkan saya tidak tau itu caranya bagaimana. Sampai sekarang saya masih merasa sangat diasingkan, tapi mungkin itu hanya perasaan saya. Disinilah saya mulai meyakini bahwa diam itu emas meskipun diam itu sangat menyakitkan bagi diri saya. Bantu saya untuk berakomodasi dengan kalian yang tidak bisa menerima sifat saya yang seperti ini. Ini salah saya, hanya saya bukan anda atau mereka. Jika saya mulai kelewatan dalam berbicara, mohon ingatkan saya agar perkataan saya tidak menyakiti hati kalian dan membuat kalian bosan.

Disini saya hanya manusia biasa yang berusaha menjadi lebih baik di setiap waktunya. Saya tidak mau merugikan orang lain maupun diri saya sendiri. Bantu saya menyelesaikan masalah saya dan tolong  jangan tambah lagi masalah saya. Sungguh diam itu tidak nyaman dan membuat saya tertekan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Calvin