Aku tidak begitu mengerti soal cinta, yang aku tau selama ini cinta itu kamu. Aku sering tersakiti dengan statment itu karena terlalu polos aku mengakui kalau cinta itu kamu.Kalian padra laki-laki tidak mengerti betapa berartinya statment itu untuk seorang perempuan yang sungguhsungguh mencintaimu. Ingin aku melupakanmu dengan diam, tapi mulut ini terus berbicara tanpa henti bagai lokomotif tua yang bermesin 2000. Kelakuan kamu itu lebih dari telur yang terdiam selama satu tahun lebih, busuknya sangat tak terduga, lebih busuk dari sekedar telur busuk. Tapi katakatamu manis membuaiku dalam lautan yang sedang siapsiap untuk acara tsunami, glegarr cetharr membahana (hahahaa). Bodohnya aku mempertahankan cinta mu yang katamu itu untukmu tapi pada kenyataannya untuk kita, aku dan dia. Pantas jika kau dipanggil buaya angkasa karena buaya darat sudah terlalu bik untukmu, lakilaki bermulut dua. Aku sudah tidak tau lagii mau mengatakan apa tentang kamu yang seperti telur busuk sudah expied....