MAWAR DAN PRIA

Hai mawar. 

Bagiku kamu bukan nama samaran. Kau adalah bunga dengan sejuta keindahan. Warnamu merah, kau nampak anggun sederhana dan elegan dengan semerbak wangimu. Kau masih selalu menjadi pujaan karena makna cinta yang kau punya. Kau selalu mampu meluluhkan hati perempuan dan membuatnya insomnia semalaman.  

Hai mawar.
Tetaplah menjadi kejutan. Aku tak tau siapa yang nanti akan memberiku bunga tercantik, mawar. Dulu aku tak suka dengan nawar, karena kau bagian dari kembang tujuh rupa. Tapi kini aku tau betapa indah dirimu jika kau mekar sempurna, terlebih dengan makna cinta yang kau punya.

 
Hai pria.
Ketahuilah, aku suka mawar merah. Seikat bunga berwarna warni tak lebih indah dari sebatang mawar berikat pita merah muda.

 
Hai mawar.
Aku ingin sepertimu, kecantikanmu terlindungi oleh duri tajam. Kau seperti seorang muslimah. Ia cantik, elegan, sederhana, cerdas dan anggun tapi terlindung oleh hijabnya. Ia terlindung oleh iman.

 
Hai pria.
Jangan kau potongi duri" mawar demi kau dapat memetiknya dan menikmati keindahannya. Biarkan duri itu tetap menjaganya, agar hanya kau yang dapat melihat keindahannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Pojok Rasa Tertekan Anxiety Disorders

Calvin